Kenali Jenis Sakit kepala,gejala dan cara mencegahnya
Wednesday, 5 February 2020
Add Comment
Sakit kepala adalah rasa sakit atau nyeri di kepala, yang bisa muncul secara bertahap atau mendadak. Nyeri bisa muncul di salah satu sisi kepala, atau di seluruh bagian kepala. Sakit kepala bisa membuat kepala terasa berdenyut, atau seperti terlilit kencang oleh tali.
Sakit kepala bisa terasa ringan hingga berat, dan dapat berlangsung beberapa jam hingga berhari-hari. Umumnya sakit kepala dapat diobati dengan obat-obatan. Namun untuk sakit kepala yang dipicu oleh penyakit serius, diperlukan penanganan lebih lanjut.
1.migrain
Migrain merupakan salah satu jenis sakit kepala yang paling umum. Gejala migrain yakni berdenyut di sebagian kepala dan bisa berlangsung beberapa hari. Saking menderitanya, tak jarang penderita migrain sampai tak mampu menjalani aktivitas seperti biasa. Jika dipaksakan beraktivitas, serangan migrain bisa semakin intens.
Selain kepala berdenyut, gejala lain yang umum dirasakan yakni sensitif terhadap suara dan cahaya, pandangan berkunang-kunang, disertai mual dan muntah. Serangan migrain mungkin saja dikaitkan dengan kondisi sistem saraf. Faktor yang turut berpengaruh memicu migrain seperti insomnia, dehidrasi, melewatkan makan, fluktuasi hormon, dan paparan bahan kimia.
Hingga kini belum ada obat yang efektif untuk menyembuhkan migrain. Obat migrain yang dijual di pasaran hanya untuk mencegah serangan dan mengurangi gejala yang dirasakan
Gejala sakit migrain
•Rasa sakit berdenyut
•Lebih sensitif terhadap cahaya, suara, dan terkadang juga pada sentuhan dan bau
•Seperti mendengarkan suara-suara
•Perubahan mood, mulai dari depresi hingga terlalu bersemangat
Kesulitan berbicara
•Tiba-tiba merasa lapar
•Leher terasa kaku
•Keinginan untuk buang air kecil meningkat
•Tubuh lebih mudah merasa haus
Sering menguap
•Pada bagian kaki dan lengan terasa seperti ditusuk jarum
•Mual dan muntah
•Sembelit
2. Sakit kepala tegang (tension headache)
Jenis rasa sakit kepala yang satu ini termasuk jenis sakit kepala primer yang paling umum, sebab kondisi ini adalah yang paling sering terjadi. Sakit kepala tegang biasanya dimulai perlahan hingga rasa sakit memuncak di siang hari.
Orang yang mengalami tension headache umumnya akan merasa kepalanya seperti ditekan atau menggunakan pengikat kepala yang cukup kencang di sekitar kepala. Selain itu, rasa sakit yang dialami menjalar dari atau menuju ke leher.
Gejala sakit kepala tegang
•Nyeri yang konstan dan parah, •terasa panas dan tertusuk-tusuk pada satu sisi kepala
•Rasa sakit terletak di belakang satu mata atau daerah mata dan tidak berganti sisi
•Mengeluarkan banyak air mata
Salah satu mata merah di sisi kepala yang terasa sakit
•Area sekitar mata di sisi kepala yang terasa sakit, membengkak
•Rasa sakit berkurang secara bertahap dalam sehari dan kambuh pada hari yang sama
•Hidung mengeluarkan cairan di sisi kepala yang terasa sakit
•Kulit pucat
3.Sakit kepala sekunder
Sementara itu, sakit kepala sekunder umumnya adalah gejala dari suatu kondisi kesehatan lain yang dapat mengaktifkan saraf yang sensitif terhadap rasa sakit di kepala. Hal ini berarti kondisi ini bisa menjadi pertanda dari masalah kesehatan lainnya.
Ada banyak sekali kondisi kesehatan yang dapat menjadi penyebab munculnya kondisi ini, termasuk tumor otak, pendarahan di otak, hingga serangan panik dan glaukoma. Cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter jika rasa sakit di kepala ini menjadi lebih parah atau menetap.
Gejala sakit kepala sekunder
•sakit ini muncul hampir setiap hari, biasanya membuat Anda terbangun di pagi hari.
•Kondisi akan pulih jika Anda menggunakan obat untuk mengatasi nyeri, namun rasa sakit akan kembali setelah efek dari obat berkurang.
•Mual, tidak bisa diam
•Tidak bisa berkonsentrasi
•Masalah ingatan
•Mudah marah dan kesal
Bagaimana cara mengobati sakit kepala?
Cara paling umum dalam mengatasi kondisi ini adalah menggunakan obat-obatan yang dijual bebas di apotek. Umumnya, sakit kepala primer dapat dibantu dengan mengonsumsi penawar rasa sakit, seperti:
•Aspirin
•Naproxen (Aleve)
•Acetaminophen (Tylenol)
•Ibuprofen (Advil, Motrin)
Namun, konsumsi obat-obatan harus selalu memerhatikan aturan konsumsi pada label kemasan dan tidak boleh digunakan secara berlebih. Pasalnya, menggunakan pengobatan bebas terlalu sering dapat menyebabkan rebound headache atau sakit yang disebabkan oleh obat pereda rasa sakit.
Selain itu, ada juga pengobatan alternatif yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi rasa sakit ini. Misalnya, akupunktur, terapi cognitive behaviour, penggunaan obat-obatan herbal, hipnosis, dan meditasi. Meski demikian, pengobatan alternatif ini masih belum bisa dibuktikan efektivitas penggunaannya.

0 Response to "Kenali Jenis Sakit kepala,gejala dan cara mencegahnya"
Post a Comment