Keganasan virus corona
Sunday, 2 February 2020
Add Comment
Coronavirus menyebar ke belasan negara dan menjangkiti ribuan orang. Para ahli menjelaskan keganasan virus corona dibandingkan dengan virus lain.
Sejumlah ahli menyatakan coronavirus Wuhan lebih menular namun lebih ringan dibandingkan severe acute respiratory syndrome. Gejala virus korona, yang menyebar sejak Desember 2019 dari pasar basah di Wuhan, ditandai oleh demam dan pneumonia.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut selain penularan dari hewan ke manusia, virus corona jenis baru dapat menular antarmanusia. Penularan dapat dengan berbagai cara, salah satunya menyebar melalui mukosa mata.
Perawat di Rumah Sakit Pu'ai Wuhan memotong rambut mereka untuk mengurangi kemungkinan infeksi dalam pertempuran garis depan melawan wabah virus corona.
Menghadapi peningkatan jumlah pasien yang terkena dampak wabah virus corana jenis baru itu, staf medis Cina melakukan segala yang mungkin untuk menghentikan penyebaran 2019-nCoV, yang mengakibatkan 7.711 orang sakit dan merenggut 170 nyawa di daratan Cina pada akhir Rabu.
Menghabiskan empat jam sehari di bangsal yang dilanda virus, Xie Jingjing, perawat yang berusia 33 tahun, dan rekan perawatnya telah memutuskan untuk memotong rambut mereka agar lebih baik dalam menghadapi situasi sulit.
Sebuah tim ilmuwan di Australia mengatakan pada Rabu lalu bahwa mereka telah berhasil mengembangkan versi coronavirus atau virus corona di laboratorium. Ini merupakan yang pertama kali versi virus corona diciptakan kembali di luar Cina. Temuan ini diklaim juga sebuah terobosan yang dapat membantu memerangi penyebaran penyakit tersebut secara global.
Para peneliti di Institut Doherty untuk Infeksi dan Kekebalan di Melbourne mengatakan mereka akan berbagi sampel, yang tumbuh dari pasien yang terinfeksi, dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan laboratorium di seluruh dunia.
Sampel virus yang tumbuh di Australia akan digunakan untuk menghasilkan tes antibodi, yang akan memungkinkan deteksi virus pada pasien yang tidak menunjukkan gejala, serta berkontribusi pada pembuatan vaksin, kata lembaga itu.

0 Response to "Keganasan virus corona"
Post a Comment