Budidaya jamur tiram modal kecil untung jutaan
Tuesday, 18 February 2020
Add Comment
Berdasarkan manfaatnya, jamur dibagi menjadi tiga kelompok. Terdapat jamur yang bisa dikonsumsi, jamur yang digunakan obat, dan jamur yang beracun. Jamur yang bisa dikonsumsi ini memiliki nilai gizi yang tinggi dan disebut dengan jamur edible atau layak makan.
Jamur mengandung rendah kalori dan hampir tidak memiliki lemak. Vitamin D dan B12 juga bisa kamu temukan di dalam jamur, loh. Oleh karena itu, jamur sangat cocok untuk dikonsumsi.
Salah satu jamur yang bisa dikonsumsi adalah jamur tiram. Jamur tiram identik dengan bentuknya yang putih, lebar, tumbuh bergerombol seperti payung, dan bentuknya yang menyerupai cangkang tiram. Jamur tiram sangat mudah ditemukan apalagi di Indonesia. Oleh karena itu, tak jarang masyarakat membudidayakan jamur tiram ini karena banyak sekali peminatnya.
Nah, buat kamu yang mulai tertarik untuk membudidaykan jamur tiram ini.
Salah satu keuntungan budidaya ini adalah harga jamur tiram per kg dan jamur merang yang cukup menggirukan.
Perlu diketahui permintaan jamur yang sangat tinggi di pasaran.
Ini diakibatkan oleh konsumsi jamur tiram maupun merang yang semakin meningkat.
Banyak yang mengolahnya menjadi makanan pendamping sehari-hari, ada pula yang membuatnya menjadi kudapan kriuk yang sangat lezat.
Meskipun permintaannya tinggi, ternyata pasokan dari jamur belum bisa dipenuhi dengan baik karena petani jamur tiram yang masih sedikit.
Untuk itu, inilah celah yang harus kamu manfaatkan untuk meraup keuntungan.
Jika kamu melakukan cara budidaya jamur tiram sesuai dengan instruksi di atas, keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari budidaya jamur merang bisa mencapai Rp5-15 juta, lho.
Mau mencobanya??baca dulu nih langkah-langkahnya:
1.Memilih bibit yang baik
Salah satu risiko jika kamu tidak menggunakan bibit jamur tiram yang baik adalah miselium yang tidak tumbuh dengan semestinya.
Untuk pemula, kamu disarankan untuk membeli saja bibit terbaik daripada membuat bibitnya sendiri.
Sebelum membeli, perhatikan dahulu yuk hal penting berikut ini:
Memilih bibit jamur tiram dengan BER sekitar 75%
Memastikan miselium telah tumbuh dengan rata media tumbuhnya dan memiliki warna putih
Memastikan jika tanggal pembuatan bibitnya belum kadaluarsa
Mencoba untuk berkonsultasi dahulu dengan petani jamur tiram yang sudah berhasil
Baca juga:Macam-macam bisnis tanpa modal
2. Membuat Media Tumbuh Jamur Tiram
Cara budidaya jamur tiram sederhana selanjutnya adalah menyiapkan media tanam dengan baglog.
Biasanya, baglog dibuat dari 3 campuran bahan, yakni grajen (serbuk gergaji), bekatul, dan kapur.
Lalu, inilah perbandingan bahan-bahan yang harus disiapkan sebelum mulai mencampurkan semua bahannya:
Grajen: 100 kg
Bekatul: 10 kg
Kapur: 1-2 kg
Setelah semua bahan disiapkan, ikut langkah-langkah di bawah ini:
Aduh semua bahan tersebut hingga merata dan tambahkan air dengan takaran 60% dari semua campuran bahan.
Tutup campuran tersebut dengan terpal atau plastik berukuran 17×20/20×35/15×30.
Pastikan agar baglog berukuran kecil yang sudah diisi adonan beratnya mencapai 1,8 kg.
3. Fermentasi Media Tumbuh
Proses fermentasi adalah salah satu cara budidaya jamur tiram yang harus diperhatikan karena hal ini menentukan kepuasan saat hasil panen.
Selain itu, proses ini juga akan membantu kamu dalam memusnahkan jamur liar yang bisa mengganggu pertumbuhan jamur tiram.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan mendiamkan media tanam 5 hingga 10 hari agar proses pengomposan para material tanah bisa terjadi.
Ketika proses ini berlangsung, suhu udara di sekitar media tanam akan meninggkat hingga 70 derajat Celsius.
Selain itu, pastikan juga agar material tanah tetap merata dengan cara membolak-balikan material tanah di semua sisi.
Media tanaman jamur tiram sudah dianggap siap jika warna baglog sudah berubah menjadi cokelat kehitaman.
4. Sterilisasi Baglog Jamur Tiram
Untuk melakukan sterilisasi, hal pertama yang harus disiapkan adalah beberapa drum.
Isi drum pertama dengan air hingga mencapai tinggi 30-50 cm dari dasar drum dan panaskan hingga mengeluarkan uap.
Lalu, tutupi drum dengan penutup yang sudah dilubangi dan hubungkan lubang tersebut dengan drum lainnya menggunakan selang besar.
Pastikan agar uap yang masuk ke drum datang dari bagian bawah dan tutup drum kedua dengan pengencang dari besi yang sudah terhubung oleh selang besar dengan drum ketiga.
Isi drum ketiga dengan media tanam dan lakukan prosedur yang sama dengan langkah di atas.
Pada drum terakhir, pastikan agar plastik diikat dengan tali tambang karena hal tersebut memengaruhi besar tekanan.
Cara di atas merupakan sistem sterilisasi channel yang sangat hemat bahan bakar.
Ketika suhu media tanam sudah mencapai 60 derajat Celsius, diamkan hingga 6 jam agar suhunya turun secara natural.
Jika suhu sudah mencapai 40-45 derajat Celsius, segera pindahkan media tanaman ke rak.
5. Proses Inokulasi Baglog
Kemudian, cara budidaya jamur selanjutnya adalah proses inokulasi baglog.
Setelah melalui proses sterilisasi, pindahkan baglog ke tempat inokulasi dan biarkan selama 1×24 jam agar suhunya kembali normal.
Usahakan tempat inokulasi memiliki sirkulasi udara yang baik agar baglog tidak dicemari oleh bakteri atau spora pathogen.
Setelah itu, ikutilah langkah-langkah di bawah ini:
Siapkan botol bibit F3 dengan semprot dengan alkohol.
Bakar mulut botol dengan api spirtus hingga sebagian kapas terbakar dan matikan setelahnya.
Buka kapas yang disumbatkan ke botol dan aduk bersama dengan benda yg sudah disterilkan di atas api.
Pindahkan bibit jamur (sekitar 10 gram) yang ada pada botol ke dalam baglog, namun jangan sampai melebih leher baglog tersebut.
Tutup kembali baglog dengan kapas.
6. Proses Inkubasi Jamur Tiram
Ketika tahap inkubasi, pastikan agar jamur tiram disimpan di dalam ruangan dengan rentang suhu 22-28 derajat Celsius.
Selain itu, kadar kelembapannya yang diperlukan adalah 60-70%.
Masa inkubasi ini dilakukan selama beberapa minggu, hingga miselium tumbuh.
Ketik miselium sudah tampak, biarkan tutup jamur terbuka dan jangan dibuang.
Selain itu, jangan lupa untuk menjaga kelembapannya dengan cara menyemprotnya setiap hari.
Dalam 1 bulan, jamur akan siap untuk dipanen.
7. Memanen Jamur tiram
Untuk memanen jamur tiram, jangan pernah sekali-kali untuk mencobanya dengan tangan telanjang karena kamu bisa terluka dan hal ini juga dapat menyebabkan pembusukan pada jamur.
Oleh karena itu, usahakan untuk menggunakan pisau tajam saja.
Potonglah jamur tiram pada bagian pangkal batang dan masukkan ke dalam keranjang.
Perlu diingat bahwa kamu tidak boleh membersihkan jamur di dalam ruangan pengembangbiakan.
Untuk mengemas jamur, gunakanlah plastik transparan dengan gelembung yang cukup sebagai bungkus.
Jangan memasukan udara terlalu banyak karena hal ini bisa membuat jamur mengeluarkan gas.
Selain itu, pastikan agar kamu tidak membuka pintu lebar-lebar saat panen karena hal ini akan mengganggu kelembapan ruangan tempat tumbuh jamur.


0 Response to "Budidaya jamur tiram modal kecil untung jutaan"
Post a Comment