Apa itu batu ginjal? Bagaimana cara mencegah dan mengobati batu ginjal?
Friday, 7 February 2020
Add Comment
Penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis adalah pembentukan materi keras menyerupai batu yang berasal dari mineral dan garam di dalam ginjal. Batu ginjal dapat terjadi di sepanjang saluran urine, dari ginjal, ureter (saluran kemih membawa urine dari ginjal menuju kandung kemih), kandung kemih, serta uretra (saluran kemih yang membawa urine ke luar tubuh).
Batu ginjal terbentuk dari limbah dalam darah yang membentuk kristal dan menumpuk di ginjal. Seiring waktu, materi tersebut semakin keras dan menyerupai bentuk batu.
4 tanda seseorang mempunyai penyakit batu ginjal
1. Nyeri hebat
Anda bisa merasakan sakit yang luar biasa di perut, punggung, atau pangkal paha. Ini terjadi ketika batu mulai bergerak dan tersangkut di ureter yang sempit menciptakan tekanan pada ginjal. Saat batu bergerak, rasa sakit bisa pergi dari belakang ke pangkal paha.
2. Perubahan buang air kecil
Ada beberapa kemungkinan perubahan urin karena batu ginjal: Desakan yang terus-menerus dan sering kencing terjadi ketika batu mulai bergerak dan mencapai kandung kemih. Ini juga dapat menyebabkan rasa sakit dan sensasi terbakar saat buang air kecil. Jumlah urin bisa berkurang, yang berhubungan dengan batu yang tersangkut di ureter. Bahkan dapat sepenuhnya menghentikan aliran urin.
Darah, juga dapat muncul dalam urin karena adanya batu di saluran kemih. Bau yang tidak sedap dapat mengindikasikan bahwa Anda memiliki infeksi pada ginjal, yang juga dapat menyebabkan kekeruhan dalam urin.
3. Menggigil dan demam
Memiliki suhu tinggi dapat berarti bahwa ada infeksi di saluran kemih atau ginjal Anda. Ini dapat menyebabkan komplikasi dengan penyakit batu ginjal.
4. Merasa sangat lemah atau lelah
Fungsi ginjal berkurang jika Anda memiliki batu. Karena itu, akumulasi racun dapat terjadi dalam tubuh. Mereka dapat memengaruhi perasaan Anda. Anda mungkin merasa lebih lelah dari biasanya dan mengalami rasa sakit yang hebat, yang bisa membuat Anda lebih lemah.
Mencegah penyakit batu ginjal
1. Minum air yang banyak
Minum air setidaknya 8 gelas per hari. Perbanyak asupan air putih Anda jika aktivitas fisik Anda tergolong padat dan sering berkeringat. Rajin minum air dapat menurunkan risiko pembentukan batu di ginjal.
Namun, batasi minuman yang mengandung kalori atau pemanis. Kurangi alkohol, kafein, teh, dan minuman bersoda. Penelitian menunjukkan bahwa setidaknya konsumsi 1 gelas minuman bersoda setiap hari dapat meningkatkan risiko sakit batu di ginjal sebanyak 23 persen.
2. Batasi makan makanan asin
Kebanyakan makan makanan asin dari garam atau natrium, dapat memicu penyakit batu ginjal karena meningkatkan jumlah kalsium dalam urin.
Batasi asupan garam maksimal dalam sehari setara dengan 1 sendok teh garam dapur (5 gram garam). Biasakan untuk membaca dan menghitung kandungan gizi dalam makanan kemasan yang banyak mengandung natrium
3. Jaga berat badan tetap ideal
Obesitas sering dikaitkan terhadap risiko batu di ginjal atau sakit kencing batu. Hal ini dapat menyebabkan resistensi insulin dan peningkatan jumlah kalsium dalam urin sehingga berisiko lebih besar adanya batu di ginjal.
Pada pH urin cenderung lebih asam pada orang yang memiliki berat badan lebih sehingga juga meningkatkan risiko terjadinya pembentukan batu ginjal.
4. Batasi makan asupan hewani dan yang mengandung purin
Daging dan sumber protein hewani yang biasa Anda makan seperti telur, jeroan dan produk susu mengandung purin. Purin adalah zat yang sering menyebabkan kondisi asam urat.
Selain itu, asam urat merupakan salah satu bahan yang akan membentuk batu pada ginjal Anda.Oleh karena itu, batasi asupan makanan hewani dan makanan mengandung purin lainnya.
Pengobatan Batu Ginjal
Untuk melakukan pengobatan batu ginjal dilakukan dengan mempertimbangkan ukuran batu. Apabila masih tergolong kecil atau menengah, serta masih dapat melewati saluran kemih maka tidak perlu dilakukan operasi namun disarankan untuk banyak minum air putih sesuai takaran yang disarankan. Dengan adanya aliran cairan terus menerus maka batu ginjal dapat terdorong keluar dengan sendirinya. Namun apabila gejala yang dirasakan mengganggu, maka umumnya dokter akan memberikan obat pereda rasa sakit (analgesik) atau obat anti radang non steroid.
Sedangkan untuk penanganan batu ginjal yang dengan prosedur khusus (misalnya dengan energi laser, ultrasound, atau operasi) biasanya baru akan diterapkan jika batu berukuran lebih besar sehingga menyumbat saluran kemih pasien.

0 Response to "Apa itu batu ginjal? Bagaimana cara mencegah dan mengobati batu ginjal?"
Post a Comment